Gunter G-9

Hv3 and the art of minimalist web-browsing

Posted in Blog, Browser, Njlajah, Pegel Linux by f0xy on Januari 1, 2009

Hv3 Browser

Html Viewer 3 (hv3) is a powerful yet minimalist web browser that uses Tkhtml3 as a rendering engine and SEE (Simple ECMAScript Engine) to interpret scripts. The application itself is written in Tcl. Currently it is at alpha stage. Please try it out, then report bugs or make suggestions.

Tahun baru diawali dengan membaca sebuah artikel dari Linux Weekly News dengan judul yang sama seperti judul tulisan saya ini. Sebagai penguna Linux, saya selalu mencari alternatif lain (browser) yang menurut saya menarik untuk digunakan. Masih teringat oleh saya (kala masih menggunakan Windows, ketika Internet Explorer berhasil meruntuhkan dominasi Netscape, saya malah beralih ke Opera (waktu itu saya menggunakan Opera 3). Pun ketika saya mulai bermani-main dengan GNU/Linux (saat itu tahun 2001) saya mulai berlaih ke Mozilla yang merupkan kelanjutan dari Netscape. Mozilla sendiri menggunakan kode sumber Netscape yang sebagian dilepas ke publik menjadi software Open Source. Mozilla versi awal sangat rakus sumber daya, sangat tidak nyaman.

Sebagai penggantinya, saya mencari browser alternative yang ebih ringan dari Mozilla, walau sebagian berbasis gecko sebagai enginenya. Sebut saja galeon (seprtinya sekarang telah digantikan oleh Epipahny), skipstone adalah browser ber-engine gecko yang pernah saya gunakan. Dillo juga salah satu yang saya gunakan, tapi tidak cukup memenuhi kebutuhan karena sangat minimalisnya, sampai java script pun –seingat saya– belum disokong.

Kembali pada artikel dari LWN tadi, Hv3 merupakan browser mnimalis yang menggunakan Tcl/Tk sebagai interfacenya, sedangkan rendering engine menggunakan Tkhtml3 (mungkin penggabungan dari “Tk+html”, jadai bukan engine KHTML-nya Konqueror), serta utk interpreter skrip menggunakan SEE (Simple ECMAScript Engine)

Menurut saya, Hv3 cukup sangat ringan dan rendering enginenya cukup gegas. Karena Hv3 masih dalam tahap Alpha, jangan berharap kita mendapatkan sebuah browser full fitur seperti Firefox atau Google Chrome. Jangan berharap bisa memainkan video-video di youtube, karena Hv3 tidak tersedia dukungan flash flayer. Tapi untuk sekedar membaca berita atau melakukan kegiatan blog atau blog-walking, menurut saya Hv3 sudah sangat memadai bila dibandingkan dengan browser minimalis lainya seperti Dillo. Salah satu fitur yang cukup menarik adalah Hv3 menyertakan Hv3_polipo, sebuah cache web kecil yang merupakan opsi yang dapat dipilih saat kita melalukan instalasi. Hv3_polipo ini akan diinstal di direktori yang sama dengan Hv3. Kita juga bisa untuk tidak menginstal Hv3_polipo.

Ada yang ingin mencoba? Tersedia juga untuk pengguna Windows. Silahkan unduh di sini.

Iklan

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Leopol said, on Juni 2, 2009 at 1:46

    Bagi theme yang itu dunk oms… hehehe… 😀

  2. widya walesa said, on Juli 24, 2010 at 9:21

    sepertinya asyik nih pak. tak coba-e ah. pengguna slackware emang suka yg minimalis 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: