Gunter G-9

Distro Linux dan Komputer Kelas Rendah

Posted in Pegel Linux by f0xy on Februari 8, 2007

Okay, kali ini saya kebagian komputer kelas rendah. Milik Kasi saya yang katanya sudah jarang digunakan. Ini spesifikasi utamanya:

  • Prosesor PentiumIII/Celeron (Coppermine) 667Mhz
  • Memori SDRAM sebesar 128Mb yang berbagi dengan memori VGA sebesar 16Mb 8Mb
  • VGA onboard dikenali sebagai Trident Microsystems CyberBlade/i1 di Linux
  • Souncard juga Onboard, VT82C686 AC97 Audio Controller

Itulah spesifikasi utama komputer yang saya gunakan di kantor sekarang. Menyedihkan. Aslinya, komputer tersebut terinstal Windows™ XP-PE (hi..hi..hi..). Tapi saya tak ingin berlama-lama, karena dengan spesifikasi seperti itu, maka Windows berjalan dengan sangat lambat. Tanpa pikir panjang, komputer tersebut saya instalasi Linux di dalamnya.

Saya ambil LiveCD Wolvix untuk memartisi harddisk, karena ini bukan milik saya, maka saya hanya butuh sekitar 5Gb kosong ditambah SWAP 512Mb. Kerja Wolvix sangat baik dalam me-resize partisi NTFS. Tapi saya tidak menginstal Wolvix, saya berencana menginstal Zenwalk 4.2 yang baru saya unduh dari intranet kantor. Terima kasih pak Imron.

Instalasi Zenwalk tidak terlalu sulit. Dan berlangsung cukup cepat. Sampai akhirnya saya masuk ke desktop XFCE. Tapi, saya merasakan sedikit keanehan, Zenwalk tidak terlalu gegas seperti yang saya harapkan. Saya mengira karena RAM yang digunakan hanya 128Mb.

Keesokan harinya saya menambahkan RAM menajdi 256Mb. Tetap saja, Zenwalk tidak segegas yang saya inginkan. Dengan terpaksa saya men-downgrade Zenwalk 4.2 dengan Zenwalk 4.0, dan hasilnya lumayan gegas, lebih gegas dari Zenwalk 4.2. Ada apa dengan Zenwalk?

Ah, sudahlah. Sementara ini cukup menggunakan Zenwalk 4.0. Mungkin di lain waktu saya akan mencoba Wolvix, atau mungkin SaxenOS. Atau bisa juga Deli Linux. Hampir semua distro yang saya coba adalah Slackware-based distro, karena saya sudah terbiasa dengannya.

Ada juga DSL-N, mungkin bisa saya coba juga. Sampai benar-benar mendapatkan yang cocok.

Iklan

12 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. maseko said, on Februari 8, 2007 at 17:48

    Di kantor baru, saya dapat PC baru HP, dan selama di sini masih bertahan tanpa software PE.

  2. helgeduelbek said, on Februari 8, 2007 at 21:35

    Wah baru denger ada linux dengan nama-nama gitu… Kalau yang cocok dengan pentium 2 – 400 MHz ram 128, kira-kira linux macam apa yah Kang? Disekolah saya ada beberapa biji, sementara ini bercokol win98se di dalamnya.

  3. gnine said, on Februari 9, 2007 at 10:05

    @ maseko
    Syukurlah masih pake yg asli. Disini ada juga kompi HP, tp dah 2 kali di reinstall, XP-nya masih asli, tapi sayang Office-nya, ga ada CD aslinya. hehehehe

    @ helgeduelbek
    Sebenrnya utk spek spt itu bisa pake zenwalk, atau deli (desktop light) linux, dg pertimbangan GUI yg tidak terlalu aneh bagi user yg terbiasa dg windows, minimal cari distro2 enteng dg window manajer yg mirip dg antarmuka win98se. Kalo pake DSL yg menggunakan fluxbox, saya yakin user akan cenderung mengalami kesulitan.

  4. spuyer said, on Februari 10, 2007 at 21:01

    Kmaren saya mencoba menginstall banyak distro
    1. Mandriva 2006 saya letakkan boot loadernya di MBR
    2. Kubuntu bootnya loader di MBR
    3. Ubuntu sama
    4. SUSE 10.2
    sampai sini ga masalah..
    5. Fedora 6, boot loadernya di MBR, nah pas disini jadi kacau, pas instal boot loader saya masukkanlah semua dev/hda1 (mandrake), dev/hda6 (kubuntu), dev/hda7 (ubuntu), dev/hda3 (SUSE).
    Pas dieksekusi yang jalan Fedora dan Suse, sementara yang lain enggak..
    Kenapa kok begitu ?

  5. gnine said, on Februari 16, 2007 at 15:28

    @spuyer
    Kalo anda pake GRUB sebagai bootloadernya, kopikan saja menu.lst milik distro yg bener2 bisa dipake buat booting, menimpa atau disisipi pada menu.lst-nya FC6

    Biasanya menu.lst, terletak di /boot/grub/menu.lst

  6. maspardi said, on Februari 20, 2007 at 12:10

    Maaf maseko, aku ini belum begitu lama pake linux. Aku tertarik pake linux karena free. Nah, tetapi ketika saya dihadapkan dengan masalah mencetak dokumen, aku bingung karena di database linux yang ku instal tidak ada nama printer yang kupunya. Oya, linux yang kupake Suse 10.0 dan printerku canon ip1200. Tolong dong bantuin…

  7. djabrik said, on Februari 22, 2007 at 14:56

    @ Pak Helgeduelbek : bisa dicoba puppy linux, terkenal paling lincah di Pentium II selain Damn Small Linux

  8. rizal a.k.a. martinez said, on April 20, 2007 at 0:29

    mas, distro yang paling gampang apa mas?

  9. walecha said, on September 10, 2007 at 20:33

    eh salah tempat posting yah?

    aduh maap. huehehehehehehe
    dah rada ngantuk soalnya….

  10. ibam_baim said, on Desember 2, 2008 at 7:59

    mohon bantuannya saya ini sangat pemula di dunia linux, tapi langsung tertarik dengan linux.. distro turunan slackware apa ya yang cocok untuk komputer spesifikasi rndah amd sempron 2600 n ram 128? selain zenwalk? n saya menemukan live d slax.. itu cukup bagus n aplikasi bawaan yan kern khas slackware.. bisa ga di instal di pc.. bagaimana caranya menguba live cd menjadi instalan.

  11. Agung Haryono said, on Oktober 26, 2009 at 22:16

    Wah dapet guru lagi nih saya
    Salam kenal pak nice post

    dari orang yang lagi belajar linux

  12. Rendy Eka Saputra said, on Desember 14, 2009 at 1:35

    Misi,, nyasar nih ke Blog mas; lagi nyari info mengenai Linux yg kuat di spesifikasi komputer rendah. Sejauh ini saya mendapatkan info DSL dan Puppy Linux.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: