Gunter G-9

Distro Linux Untuk Orang Indonesia

Posted in Pegel Linux by f0xy on Februari 18, 2007

bukan mimpi bukan banyolan, siapa tahu ada yang ingin mewujudkannya

Cukup tergelitik hati saya untuk membuat tulisan ini. GNU/Linux atau Linux saja, ini yang lebih populer, adalah sebuah Sistem Operasi Open Source yang sering dibandingkan dengan Sistem Operasi Windows™ buatan Microsoft. Tapi saya tidak ingin membandingkan keduanya. Lalu? Saya hanya ingin mencoba melalakukan perkiraan, ya perkiraan, sebuah distro Linux yang cocok untuk orang Indonesia.

Kita mengetahui bahwa Windows adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia, begitu pula di Indonesia. Karena hal itu, para pengguna komputer mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang sama saat mengoperasikan sebuah PC: Windows Minded. Dari antarmuka pengguna, sampai cara instalasi sebuah aplikasi, boleh dibilang dilakukan secara seragam. Instalasi software biasa dilakukan dengan cara mengklik dua kali (double click) file instalasi tersebut (biasanya berbentuk .exe), semua sudah mafhum. Selanjutnya tinggal klik, next, next, next, dan finish.
(more…)

Iklan

Distro Linux dan Komputer Kelas Rendah

Posted in Pegel Linux by f0xy on Februari 8, 2007

Okay, kali ini saya kebagian komputer kelas rendah. Milik Kasi saya yang katanya sudah jarang digunakan. Ini spesifikasi utamanya:

  • Prosesor PentiumIII/Celeron (Coppermine) 667Mhz
  • Memori SDRAM sebesar 128Mb yang berbagi dengan memori VGA sebesar 16Mb 8Mb
  • VGA onboard dikenali sebagai Trident Microsystems CyberBlade/i1 di Linux
  • Souncard juga Onboard, VT82C686 AC97 Audio Controller

Itulah spesifikasi utama komputer yang saya gunakan di kantor sekarang. Menyedihkan. Aslinya, komputer tersebut terinstal Windows™ XP-PE (hi..hi..hi..). Tapi saya tak ingin berlama-lama, karena dengan spesifikasi seperti itu, maka Windows berjalan dengan sangat lambat. Tanpa pikir panjang, komputer tersebut saya instalasi Linux di dalamnya.

Saya ambil LiveCD Wolvix untuk memartisi harddisk, karena ini bukan milik saya, maka saya hanya butuh sekitar 5Gb kosong ditambah SWAP 512Mb. Kerja Wolvix sangat baik dalam me-resize partisi NTFS. Tapi saya tidak menginstal Wolvix, saya berencana menginstal Zenwalk 4.2 yang baru saya unduh dari intranet kantor. Terima kasih pak Imron.

Instalasi Zenwalk tidak terlalu sulit. Dan berlangsung cukup cepat. Sampai akhirnya saya masuk ke desktop XFCE. Tapi, saya merasakan sedikit keanehan, Zenwalk tidak terlalu gegas seperti yang saya harapkan. Saya mengira karena RAM yang digunakan hanya 128Mb.

Keesokan harinya saya menambahkan RAM menajdi 256Mb. Tetap saja, Zenwalk tidak segegas yang saya inginkan. Dengan terpaksa saya men-downgrade Zenwalk 4.2 dengan Zenwalk 4.0, dan hasilnya lumayan gegas, lebih gegas dari Zenwalk 4.2. Ada apa dengan Zenwalk?

Ah, sudahlah. Sementara ini cukup menggunakan Zenwalk 4.0. Mungkin di lain waktu saya akan mencoba Wolvix, atau mungkin SaxenOS. Atau bisa juga Deli Linux. Hampir semua distro yang saya coba adalah Slackware-based distro, karena saya sudah terbiasa dengannya.

Ada juga DSL-N, mungkin bisa saya coba juga. Sampai benar-benar mendapatkan yang cocok.